Eka Setyawati....,2 tahun lebihnya sudah kepergianmu meninggalkan dunia ini, kakimu tak lagi berpijak di bumi ini, suaramu tak lagi menggelombang di udara, dan tingkah lucumu tak mungkin lagi kusaksikan....Andai kamu tahu kawan, aku menulis ini dalam tangis berderaian air mata mengingat semua cerita yang pernah tercipta.Andai kamu tahu kawan, sekujur tubuhku bergetar, darahku membuncah hinnga ke kepala, sesekali ingin rasanya kuberteriak tak mampu membendung kenyataan yang ku pikir itu terlalu cepatnya, sesekali ku mengigau dalam ku menulis, belum pernah rasanya aku menulis dengan keadaan seperti ini, kawan...,sama sekali tak pernah terbayang disaat kita cerianya bahwa suatu saat nanti aku bakal menuliskan suatu catatan kenangan tentang kita, dimana kamu telah tiada disaat ini...Tahukah kawan, rasanya terpisah jiwa dari ragaku terhempas entah ke dunia manakah seketika melihat nama indahmu sudah tertulis di batu nisan, sosok ceria yang selalu tersenyum sekalipun hanya cengengesanmu dan cerlik matamu saja disaat cengengesan dan mata itu semua membeku menjadikanku terpukul di gebukin oleh kenyataan bahwa aku tak bisa melihatnya lagi...sungguh kamu dan kenangan itu meneteskan air mata...Mba Brondoll..., Yaah begitulah sapaku padamu dulu, disaat itu, dimana kamu masih bernafas, kelopak matamu masih terbuka, masih sangat tubuhmu berdiri tegak yang takkan goyah sekalipun diledek impian, masih sangat terbayang hangat tanganmu mendekap pundakku...,yaah itulah tiga tahun yang lalu, sebelum sakitmu menyerengang, yang membuatmu terbaring lemah di rumah sakit meregang nyawamu, dan mengubah segalanya... Kini dua tahun lebihnya sudah berlalu kamu terkubur dalam tanah lahatmu...Mba Brondoll..., Yaah sahabatku, sahabat bertemu saling mengagumi, sahabat terbaik dan sudah ku anggap kau saudara...Jangan takut kawan, bahwa kenangan kan melupakanmu, kamu telah menitipkan sejarah itu pada orang-orang yang sangat-sangat tepat, semua masih sangat jelas nama, bayanganmu, perhatianmu, senyum terbaikmu, jasa-jasamu, masih sangat tersimpan dengan apiknya di benak kami yang kau tinggalkan.Bukan hanya di nisanmu yang bisa hancur dalam satu dekade, tapi bumi ini bersaksi kamu pernah menginjakkan kaki di atasnya, sebagai sosok terbaik diantara yang terbaik.Aku hanyalah satu dari ratusan jiwa yang menyimpan cerita cantik darimu. Saat kamu meninggalkan semuanya kawan, memang usiamu masihlah terbilang sedikit, yaaah masihlah sangat muda..., Tapi itu tidak berbanding selurus dengan apa yang kamu tinggalkan... Sosokmu yang sangat perhatian, ramah dan bersahabat, telah meninggalkan banyak cerita yang jauh lebih banyak dari usiamu yang saat itu baru 19 tahun.Maka janganlah cemas kawanku... Tak ada yang melupakanmu disini, Al-fatihah dan doa-doa terbaik dari kami kan mengiringi langkahmu menuju-Nya...,Mbak Brondoll..., Melalui catatan ini aku ingin bercerita :)..., Masih ingatkah kamu waktu kita SMP dahulu kita sering melontarkan kata-kata becandaan yang sangat melucukan...Dan ketika bel pulang sekolah kamu menghadangku di depan gerbang sekolah dengan menarik-narik setang sepadaku dan aku melototkan mataku karena kesall...Masih ingatkah Mba Brondoll ketika kita bertemu di toilet sekolah saling lempar batu ...Dan masih ingatkah kamu ketika hari H aku ulang tahun,kamu memberi kado yang berisikan kalung berlogo huruf R dan kamu melemparkan kado itu dari lantai 2 sekolah..Masih ingatkah waktu itu kamu menarik rambutkku dan aku mengejarmu..Dan masih ingatkah pesan terakhirmu dengan kata-kata leluconmu bahwa lebaran di tahun 2017 kita akan berjumpa lagi..masih ingatkah, masih ingatkah dan masih ingatkah kawan... Huuuft sungguh terlalu banyak jika semuanya harus di ingat... Yaaah biarlah otak ini saja menjadikanya suatu persepsi keseluruhanya menjadi suatu kenangan yang "INDAH".Tapi ironi kenangan indahmu dimana mataku refleks membasah mengenangnya, mengenang tingkah lucumu, mengingat semangat juangmu, mengingat tatapan matamu, tatapan indah alam keceriaan..Mba Eka.. kakakku, di tahun 2014-2015 kita sering komunikasi walau lewat sosmed dan yang sangat aku sesalkan....waktu aku di negri orang aku tidak tau kamu telah menghembuskan nafas terakhirmu...padahal kamu telah menghembuskan nafas pada tahun 2015..karena sebelum tahun 2015 usai kamu tidak ada kabar lagi...dan yang aku tahu kamu lagi fokus dengan kerjamu...Tapi aku baru tahu ketika hari H ulang tahunmu aku mengucapkan ulang tahun di kronologimu di Facebook Teman kamu membalas statusku menjelaskan bahwa kamu sudah tiada karena sakit dan sempat masuk Rumah sakit...Seketika dunia berhenti ketika mengetahui kamu tiada,pecahlah air mataku ,duduk tersungkur badan lemas dan syock...Mba...sungguh takkan terlupakan semua tentangmu..., Wajahmu kawan dikala angin menyapu rambutmu, kulihat wajahmu bercahaya, binar matamu, impianmu, semangatmu yang menggebu-gebu dan semuanya itu kan abadi dan terasa hidup dalam ingatan ini sekalipun ragamu kini terkubur dan telah terurai...Kan kunenang semuanya sepanjang hidupku, hingga nanti kumerenta, kelak ku bercerita kepada suami dan anak cucuku tentang sahabatku yang sangat hebat yaah Mba Eka... Dan kan kubawa mereka mengunjungi pusaramu, ku usap nisanmu, ku bersihkan rerumputan ditanahnya... Kami panjatkan doa untukmu lalu kan kukatakan kepada mereka," inilah sahabat seperjuanganku, pemilik mimpi yang adi luhung, sangat ingin mengenal ilalang dan daun yang bergoyang, belum dia rasakan, namun sakit yang di derita yang tak terduga telah membuatnya tertidurkan dan tak terbangunkan lagi," dan serentak mereka semua berterima kasih padamu...terima kasih Mba eka, terima kasih atas semua yang pernah kamu torehkan dalam hidupku...Selamat jalan kawan, selamat berlelap panjang....Tidurlah dengan tenang, saudaraku yang penuh dengan ceria disepanjang sejarah kehidupanku...***Tidak Ada Yang Pergi, Tidak Ada Yang DitinggaLkan, Semua Masih Ada & Khan SeLaLu Ada, DaLam Memori, DaLam Nurani, Dan Semua Begitu Nyata daLam Wujud Tetesan Air Mata, Thanks Atas Semuanya, Semuanya Akan SLaLu Kukenang,SeLama Aku Masih bisa Brpikir Aku Akan Mengingat dan SeLama Aku Masih Bisa Mengingat, Maka SeLama itu PuLa Aku Akan Mengenang Seorang Sahabat daLam Riwayatku
...
Aku merindukanmu..
Alm.Eka Setyawati

Tidak ada komentar:
Posting Komentar